Bulan: Agustus 2023

Inilah Berbagai Alat Musik Tradisional Dari Papua

Alat Musik Tradisional Papua – Ada sejumlah alat musik Papua yang masih dijaga hingga saat ini. Alat musik Papua tersebut digunakan untuk mengiringi upacara adat, tari-tarian, dan menghibur diri. Alat musik tifa berasal dari daerah Papua yang dimainkan dengan cara dipukul dengan tangan. Namun, masih ada beberapa alat musik lainnya, selain tifa.

Kecapi Mulut

Kecapi mulut adalah salah satu jenis alat musik tiup tradisional Papua. Kecapi mulut terbuat dari bahan bambu dan berasal dari suku Dani di wilayah lembah Baliem. Kecapi mulut dimainkan dengan cara menjepit bibir pada bagian tertentu. Kemudian kecapi mulut ditiup sambil menarik bagian tali dari alat musik ini sehingga penggunanya dapat mengatur nada yang dihasilkan.

Triton

Selain kecapi mulut, Triton juga merupakan jenis alat musik tiup tradisional di tanah Papua. Triton terbuat dari kulit kerang dan biasanya ditemukan di wilayah Yapen, Waropen, Wondama, Biak dan Nabire. Triton rtp dimainkan dengan ditiup dan menutup salah satu sisi kulit kerang. Suara yang dihasilkan cukup keras mengingat triton dulunya biasa digunakan oleh orang Papua untuk memanggil masyarakat sekitar agar berkumpul.

Pikon

Pikon adalah alat musik yang berasal dari kata pikonane yang berarti bunyi pada Bahasa Baliem. Pikon pada umumnya hanya digunakan atau dimainkan oleh kaum laki-laki, khususnya pada daerah pedalaman Suku Dani. Pikon mempunyai bunyi yang sedikit mengganggu jika tidak terbiasa mendengarkan nya (sumbang). Pikon digunakan pada waktu senggang atau sekedar mengisi waktu atau sarana hiburan para kaum laki-laki setelah melakukan berburu atau bekerja seharian dan dilakukan secara bersama-sama di rumah adat Honai.

Baca Juga : Nama Musisi Jepang Populer Yang Menyembunyikan Identitas Asli

Guoto

Selanjutnya ada Guoto yang juga merupakan alat musik tradisional dari Papua Barat. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipetik senarnya sehingga menghasilkan suara yang khas. Guoto biasanya dimainkan untuk menyambut tamu, mengiringi tarian atau ritual. Guoto terbuat dari bahan kayu kamboja slot dan kulit lembu sehingga lebih kuat dan kokoh dimainkan dalam jangka waktu yang lama. Jika kamu mencari alat musik ini, maka carilah ke wilayah Papua Barat. Karena hanya di wilayah tersebut kamu bisa menemukan alat musik ini.

Tifa

Alat musik tradisional dari Papua selanjutnya adalah Tifa. Secara kebudayaan, Tifa merupakan salah satu alat musik asli Papua yang cukup populer karena sering digunakan pada pertunjukan seni. Tifa adalah jenis alat musik pukul yang batang tubuhnya terbuat dari kayu. Biasanya masyarakat suku Sentani membuat tifa menggunakan batu matoa yang sudah dilubangi pada bagian dalamnya.

Contoh Alat Musik Tradisional Sumatera Selatan

Contoh Alat Musik Tradisional Sumatera Selatan – Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang terkenal akan keberagaman budaya. Salah satu budayanya adalah alat musik tradisional. Alat musik tradisional sendiri adalah alat musik yang berakar pada tradisi masyarakat tertentu dan diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Keberadaan, keberlangsungan, dan kemajuan musik tradisional sangat dipengaruhi oleh masyarakat pendukungnya.

1. Burdah atau Gendang Oku

Alat musik tradisional Sumatera Selatan pertama adalah burdah atau gendang oku. Alat musik ini terbuat dari kulit hewan RTP slot tertinggi dan kayu nangka. Cara memainkannya adalah dengan dipukul menggunakan telapak tangan di permukaan kulitnya. Nah, biasanya burdah atau gendang oku dimainkan saat upacara adat. Bukan hanya itu, instrumen musik ini juga kerap menjadi pengiring pertunjukan pencak silat.

2. Genggong

Masyarakat Sumatera Selatan umumnya memainkan genggong saat waktu senggang, seperti di sela istirahat bertani, atau sekadar menjadi penghibur bagi mereka. Membunyikan genggong dilakukan dengan cara ditiup. Alat musik tradisional satu ini terbuat dari kayu, bambu, dan logam.

3. Tenun

Sesuai namanya, alat musik tradisional Sumatera Selatan ini umumnya dimainkan pada saat menenun kain maupun acara-acara tertentu. Tenun terbuat dari kayu berbentuk persegi panjang dengan ornamen segitiga di bagian tengahnya. Untuk menghasilkan suara, alat musik tenun dipukul dengan kayu pada bagian tertentu. Uniknya, setiap bagian mampu menghasilkan nada yang berbeda.

4. Kenong Basemah

Kenong Basemah adalah salah satu alat musik tradisional Sumatera Selatan yang dimainkan dengan cara dipukul pada bagian tengah yang menonjol. Jika diliha-lihat, kenong basemah memang sedikit mirip dengan ansambel Gamelan Jawa. Untuk pemukul alat musik ini sendiri berupa kayu yang ujungnya dililit dengan kayu.

5. Terbangan

Muncul setelah kedatangan orang Melayu Aceh ke Tanah Sumsel, terbangan sering dimainkan di acara syukuran dan acara agama. Instrumen musik ini dibunyikan dengan cara ditepuk dengan telapak tangan.

6. Gambus

Gambus mungkin lebih dikenal di Riau, tetapi masyarakat Melayu di Sumsel juga memainkannya, lo. Nah, alat musik tradisional
ini terbuat dari kayu.

Mengenal Sasando, Alat Musik NTT yang Diklaim Sri Langka

Mengenal Sasando, Alat Musik NTT yang Diklaim Sri Langka – Sri Langka mengklaim sebagai pemilik alat musik Sasando Padahal, alat musik ini berasal dari Pulau Rote, Nusa TenggaraTimur (NTT). Alat musik Sasando merupakan alat musik tradisional yang dikenal juga di daerah lain, seperti Kupang. Nama Sasando berasal dari bahasa Rote, yaitu ‘sasandu’ yang berarti bergetar atau berbunyi. Alat musik Sasando memiliki cerita berbagai versi legenda. Salah satu legenda yang banyak dikenal di masyarakat adalah kisah Sangguana. Diceritakan Lucky Neko, seorang pemuda yang terdampar di Pulau Ndana (Pulau Dana) saat pergi melaut. Saat terdampar, Sangguana dibawa oleh penduduk ke kerajaan Pulau Ndana. Sangguana adalah pemuda yang memiliki bakat seni musik. Saat Sangguana di kerajaan, putri dari istana kerajaan itu terpikat dengan Sangguana dan Sangguana juga jatuh cinta kepada sang putri.

Ciri-ciri Alat Musik Sasando

Alat musik Sasando memiliki bentuk yang unik dan khas. Konon, alat musik Sasando telah digunakan masyarakat Rote, Nusa Tenggara Timur sejak abad ke-7 Alat musik Sasando memiliki bagian utama yang berbentuk tabung panjang yang terbuat dari bambu khusus. Alat musik ini memiliki bentuk yang melingkar dari atas ke bawah dengan dawai-dawai (kawat-kawat) yang direntangkan di tabung dari atas ke bawah. Bagian ini juga memiliki fungsi sebagai tempat untuk memasang dan mengatur kencang dawai-dawainya.

Cara Memainkan Alat Musik Sasando

Cara memainkan musik Sasando biasanya dengan dipetik. Bedanya dengan alat petik lainnya, alat musik Sasando dimainkan menggunakan dua tangan dengan arah berlawanan. Tangan kanan akan memainkan nada accord dan tangan kiri akan memainkan nada melodi atau bass. Ketrampilan jari saat memetik sangat penting, hampir seperti harpa. Ketepatan dalam memetik dawai sangatlah mempengaruhi suara dan juga kecepatan tempo nada seperti harpa.

Perkembangan Alat Musik Sasando

Dalam perkembangannya, alat musik Sasando dibagi menjadi dua tipe, yaitu tradisional dan elektrik. Sasando dimodifikasi menjadi alat musik elektrik di tahun 1960-an oleh seorang pakar permainan Sasando di NTT, yang bernama Edu Pah. Bedanya kedua tipe alat musik itu adalah alat musik Sasando tradisional merupakan bentuk asli Sasando dan dimainkan tanpa bantuan alat elektronik, seperti amplifier atau akustik. Sedangkan, alat musik Sasando elektrik biasanya dimainkan dengan alat musik tradisional, bentuknya bisa tidak seperti Sasando tradisional, dan biasa dimainkan di panggung-panggung besar atau pertunjukkan moderen.

Jenis Suara Alat Musik Sasando

Jenis-jenis alat musik Sasando dibedakan dari berapa dawai dan jenis nada yang dihasilkan. Alat musik Sasando Engkel adalah Sasando yang memiliki 28 dawai. Alat musik Sasando Dobel memiliki 56 atau 84 dawai sehingga bisa menghasilakan banyak jenis suara. Alat musik Sasando Gong memiliki suara seperti gong sedangkan alat musik Sasando biola memiliki suara seperti biola

Inilah Berbagai Fakta Menarik Tentang Piano

Fakta Menarik Tentang Piano – Piano adalah salah satu alat musik yang paling banyak digemari. Suaranya yang khas serta bentuknya yang anggun namun elegan menjadi alasan tersendiri bagi penggemarnya. Sejumlah musisi papan atas mencanegara atau dalam negeri sering mengandalkan piano sebagai alat musik utama mereka. Sebut saja Elton John, Matt Bellamy, Thom Yorke, Lady Gaga bahkan band legendaris The Beatles untuk mancanegara, dan Ahmad Dhani, Kevin Aprilio, Sherina di dalam negeri.

Piano termahal di dunia

Piano bukan sembarang alat musik yang bisa diperoleh dengan harga yang murah. Nyatanya piano yang biasa digunakan oleh pemusik profesional biasanya memiliki harga yang lumayan mahal. Bahkan ada pula beberapa jenis piano yang terkenal dengan harganya yang cukup idn play merogok kocek dalam. Dilansir beberapa sumber, piano termahal di dunia adalah Casablanca “As Time Goes By” yang memiliki harga mencapai US$3.4 juta atau sekitar Rp51,5 miliar. Tentunya ini merupakan harga yang sangat fantastis untuk sebuah piano.

Kemunculan piano elektrik

Secara original memang piano biasa dimainkan seperti biasa tanpa bantuan listrik. Namun, ternyata kemajuan zaman membuat piano juga mengalami evolusi dari jenisnya. Salah satunya dengan kemunculan piano elektrik. Dilansir Cooper Piano, penemuan elektrik piano mulai terjadi pada tahun 1950-an. Pada saat itu biasanya elektrik piano dimaksudkan untuk jenis musik-musik klasik atau pun untuk organ chors bagi anak-anak atau bahkan pianis pemula.

Ketika Piano Digital Menghebohkan Pianis Profesional

Sebenarnya, piano audio sudah menjadi salah satu alat musik yang paling banyak digunakan di tahun 1700’an. Pada saat itu, piano elektronik bukan lah alat musik yang “pantas” untuk dipasarkan. Dan untuk perjalanan gitar digital, membutuhkan waktu lebih lama, sebelum akhirnya gitar tersebut menjadi patokan para ahli menciptakan piano listrik. Membutuhkan waktu kurang lebih tiga dekade agar piano listrik tercipta dan dipersembahkan untuk seluruh kalangan pianis profesional. Piano listrik, adalah instrumen audio yang dapat dijadikan pilihan utama para pianis untuk mencoba pengalaman baru dalam menggunakan alat musik lebih mewah.

Baca Juga : Fakta Menarik Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Alat Musik Banjo

Jumlah kunci yang ada di piano

Memainkan alat musim seperti piano memang tidak semudah seperti yang dibayangkan. Bahkan kamu memiliki tantangan untuk dapat memainkannya sesuai dengan kunci yang diminta. Dilansir Euro Pianos Naples, secara umum ada 12 kunci mayor yang terdapat pada piano. Kedua belas dari kunci tersebut adalah C, C-Sharp (D-Flat), D, D-Sharp (E-Flat), E, F, F-Sharp (G-Flat), G, G-Sharp (A-Flat), A, A-Sharp (B-Flat), and B. Banyak pemula yang mengira bahwa kunci sharp merupakan tuts hitam pada piano, padahal sebetulnya tidak selalu.

Perjalanan Musik Pee Wee Gaskins

Perjalanan Musik Pee Wee Gaskins – Dalam wawancara di kanal YouTube Supermusic beberapa waktu lalu, Pee Wee Gaskins menyampaikan alasan mengapa mereka bisa bertahan di industri musik Indonesia selama belasan tahun.

Sansan mengatakan, salah satu faktornya dikarenakan rtp live masing-masing personel sudah mengenal lebih dalam karakteristik satu sama lain.

“Pee Wee Gaskins bisa sampai sekarang masih bareng- bareng, karena kita benar-benar tahu satu sama lain. Kita benar-benar tahu dalam dan luarnya”, jelas Sansan, vokalis dan gitaris Pee Wee Gaskins.

Dochi menambahkan, band yang terbentuk sejak 2007 ini bisa dibilang masih membawakan berbagai karya yang jujur hingga saat ini.

Baca Juga: 5 Daftar Lagu Coldplay Terpopuler Sepanjang Masa

“Secara karya juga masih jujur, mengutarakan perasaan yang emang benar-benar dirasakan. Bukan titipan harus bicara apa, masih tetap menjadi diri sendiri, dan itu semua terberkati dari apa yang kami senangi selama enam belas tahun ini”, ujar Dochi, gitaris Pee Wee Gaskins.

Sejarah Pee Wee Gaskins

Nama Pee Wee Gaskins sendiri berasal dari julukan seorang pembunuh berantai asal Amerika Serikat, Donald Henry Gaskins. Awalnya Dochi dan Sansan menginginkan nama yang terkesan kejam dan memutuskan slot server thailand untuk mencari nama pembunuh berantai. Mereka pun menemukan nama ‘Pee Wee Gaskins’ dan menganggap nama tersebut lucu dari luar, tetapi menyimpan sisi kejam di dalamnya.

Pada tahun 2009, Pee Wee Gaskins menciptakan lagu tema berbahasa Indonesia dengan judul “BoBoiBoy Hero Kita” untuk acara yang dibuat balik dari serial BoBoiBoy yang bernama BoBoiBoy Reborn.

Perjalanan Musik Pee Wee Gaskins

Pada April 2007, Band ini merilis EP pertama mereka, Stories from Our High School Years melalui rekaman Knurd Records dan menjual 2.000 kopi.

Pada awal tahun 2009, band ini merilis album Nexus Slot penuh pertama mereka, The Sophomore melalui Variant Records dan menjual lebih dari 20 ribu kopi.

Pada 2010, Ad Astra Per Aspera dirilis. Album ini menampilkan pengurangan synthesizer dan lirik yang sangat berbeda dibandingkan dengan dua album sebelumnya.

Pada 2016, Pee Wee Gaskins bertindak sebagai band pembuka untuk band Australia, 5 Seconds of Summer saat Sounds Live Feels Live World Tour di Indonesia Convention Exhibition, Jakarta, Indonesia.

Pada 2018, Pee Wee Gaskins merilis mini album, berjudul “Salute To 90’s”. Album ini berisi 5 cover lagu-lagu terfavorit di Indonesia masa 90’an.

Pada 2019, Pee Wee Gaskins merilis album baru berjudul “Mixed Feeling”. Sampul album dibuat oleh anak Dochi dan sampul lengan boxset dibuat oleh putra jurnalis musik senior Adib Hidayat, bernama Jemima. Album ini diproduksi oleh personel Erix Soekamti dari band bernama Endank Soekamti.