Hendarso: Legenda Penyanyi Pop Sunda Indonesia – Hendarso, atau yang lebih dikenal sebagai Kang Darso (12 Agustus 1945 – 12 September 2011), adalah penyanyi legendaris Indonesia yang menghasilkan judi online dadu ratusan lagu bernuansa pop Sunda. Dengan karier yang berlangsung hampir lima dekade, Darso dikenal sebagai sosok yang mampu membawa musik Sunda ke panggung nasional, sekaligus mempopulerkan berbagai lagu hits yang masih dikenang hingga kini.

Kehidupan Awal

Hendarso lahir pada 12 Agustus 1945 di Bandung, Jawa Barat, pada masa pendudukan Jepang. Ia mulai menunjukkan minatnya pada musik baccarat online sejak muda. Kehidupan pribadinya juga sempat menjadi sorotan publik; ia pertama kali menikah dengan Epong Annisa (almarhum) dan kemudian menikah dengan Lina Marlina setelah istrinya meninggal dunia.

Karier Musik

Darso memulai karier profesionalnya pada tahun 1962 sebagai pemain bas di grup musik Nada Karya dan Nada Kencana. Selanjutnya, ia sempat bergabung dengan band milik Pusat Persenjataan Kavaleri Bandung, namun terhenti akibat peristiwa G 30 S/PKI.

Pada tahun 1968, Darso kembali menekuni musik bersama sang kakak, Uko Hendarso, dengan instrumen utama calung. Salah satu lagu populer mereka pada masa itu adalah “Kiamat”.

Di bawah arahan S. Hidayat, Darso kemudian tampil di RRI bersama grup Baskara Saba Desa. Dengan dukungan label Asmara Record, ia mulai merekam lagu-lagu di pita kaset. Beberapa karya terkenalnya antara lain “Kembang Tanjung”, “Cangkurileung”, dan “Panineungan”.

Pada era 1990-an, Darso semakin populer setelah sering tampil di TVRI. Ia juga mulai bereksperimen dengan instrumen lain seperti terompet dan organ, serta memperluas genre musiknya dari pop Sunda ke dangdut. Lagu-lagu hits pada periode ini yang masih populer hingga kini antara lain “Randa Geulis”, “Maribaya”, “Dina Amparan Sajadah”, dan “Kabogoh Jauh”.

Penghargaan

Darso menerima berbagai penghargaan atas dedikasinya di dunia musik. Pada tahun 2005, ia dianugerahi Anugerah Musik Jabar oleh Gubernur Jawa Barat, Danny Setiawan. Empat tahun kemudian, pada 2009, Darso menerima Anugerah Budaya Kota Bandung dari Wali Kota Bandung, Dada Rosada, sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam melestarikan budaya Sunda melalui musik.

Kehidupan Pribadi dan Wafat

Selain dikenal sebagai penyanyi pop Sunda, Darso juga dikenal sebagai sosok yang hangat dan rendah hati. Ia meninggal dunia pada Senin, 12 September 2011, diduga dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Daerah Soreang, Jawa Barat. Penyebab pasti kematiannya tidak diketahui.

Warisan musik Hendarso tetap hidup hingga nova88 kini, dan karya-karyanya menjadi inspirasi bagi generasi musisi Sunda selanjutnya.